Minggu, 21 Agustus 2011

Aku, Diriku, Saya

          Ini hanya berkutit tentang apa yang ada pada aku, diriku,saya. Suatu ketika ingin rasanya menuliskan beberapa kalimat tentang aku, diriku, saya. Aku adalah seorang gadis yang telah hidup 16 tahun dalam sebuah keluarga mungil menjadi jalan pertumbuhanku. Bila mengingat masa kecil ada yang paling aku ingat yaitu aku bukanlah anak selayaknya anak-anak pada umumnya. Cerita "aku" berjalan selama 11 tahun ya hanya 11 tahun.

          Setelah menginjak umur 12 tahun. Aku berubah menjadi diriku. Diriku mulai resmi memasuki lajur seorang perempuan. Mulai memiliki sensasi hebat dikala melihat sang pujaan. Mulai memikirkan hal-hal luar biasa. Bahkan mulai mencari makna tentang diriku. Diriku memulai masa SMP dengan nothing special. Namun, hal mengejutkan terjadi tepat dimasa transisi. Diriku tahu arti ♥ ? hah benar saja ? that's right, i can fell someone always fly in my mind. But, diriku tidak terlalu berminat memanjakan perasaan itu di saat SMP. Kisah diriku masih berlanjut di SMA. Dan sekarang diriku masih duduk dikelas 11. Berarti kurang 1 tahun lagi diriku akan berubah menjadi saya. Diriku ingin mengorbit dengan semestinya. Agar saya nantinya menjadi wanita bukan gadis ataupun perempuan.
 
               Diriku tipe orang tak suka berasumsi. Diriku adalah perempuan, makhluk yang masih selalu menyembah Allah SWT. Mencintai hidup, kesempatan, dan uang *loh haha*. Mendambakan sesosok laki-laki bergaya hidup sehat bergenre tentara *leh hehe*. Menyukainya dancing, writing, reading, paskibraka. Bercita untuk di raih flight attend, penulis, penghuni surga, pemakmur hidup keluarga.

Kisah ini masih berlanjut. Karena apa ? karena diriku belum menjadi saya.

Emosi

        Emosi adalah bentuk ungkapan akan suatu tindakan yang berdampak baik atau buruk kepada seseorang. Dari pengertian itu, mengidentifikasi bahwa setiap orang memiliki emosi. Termasuk saya tentunya. Emosi dapat di tunjukan dengan berbagai perbuatan. Seperti marah, berteriak, tertawa, menangis, ataupun sedih. Lain halnya dengan saya, saya mewujudkan emosi dengan tulisan. Kata demi kata saya rangkai untuk membentuk kalimat hingga paragraf. Emosi memberi efek luar biasa untuk saya. Rasa ingin menampar, menendang, bahkan memukul itu emosi saya saat ini. 

          Ya benar saat menulis posting ini. Hidup dengan emosi memang sulit. Karena terkadang, emosi berdampak negatif akan merusak rancangan indah kita. Sabar kunci utama untuk menahan emosi. Selain itu positive thinking serta ikhlas adalah faktor lain agar emosi selalu stabil. Mungkin ini sedikit dari apa yang saya ketahui tentang emosi. Semoga kita tetap mendapat emosi positif serta menahan emosi negatif. Amien terimakasih.