Minggu, 02 November 2014

Apakah ?

Don’t go any further, I might run out of breath ... I might not be able to catch you ... Don’t get any further, stop there ... Stop right there, right there .... Shin Ji Hoon - Right There


Ingin rasanya menarikmu untuk tetap bersama diriku. Selamanya, ya selamanya. Sayangnya mimpiku tak seindah kenyataan antara kita berdua.

Apakah memang harus dicukupkan saja? Ini bukan karena aku bosan. Tidak mungkin aku melepasmu yang selalu memberiku tawa. Ini juga bukan karena hati yang lain. Tidak mungkin aku mencintai hati lain saat hatimu utuh diriku. Tapi ini tentang optimisme yang mulai memudar.

Dulu aku berani berkhayal, aku berani berkorban, aku berani  mencoba. Untuk nantinya mimpi bersamamu di masa depan. Namun sayangnya itu hanya terbayang di satu pihak, aku. Bagaimana denganmu ? Apakah ?

Suatu waktu kamu pernah berkata " Jodoh bukan ditangan Tuhan, tapi ditangan Mama" kamu tertawa, akupun tertawa. Tetapi hati sama sekali tidak tertawa, aku terdiam. Hati seperti dihujam beribu jarum. Apakah lelaki sama saja ? Aku tahu kamu berbeda, awalnya.

Untuk sekarang aku mungkin hanya lelah. Lelah yang sebelumnya hanya seujung kelingking, lalu tiba-tiba sekujur tubuh karena mendengarmu bercerita. Aku tidak menyalahkan pertemuan denganmu. Aku tidak menyalahkan kisah bersamamu. Karena sebenarnya tidak ada yang salah.

Sesungguhnya aku ingin berjuang bersamamu, apakah kamu mau ?

Senin, 30 Juni 2014

Rindu dan Penyesalan

Pernah merasa menyesal dengan apa yang dikatakan? Lebih tepatnya saat menyarankan.
Pernah rindu saat pertama bertemu atau mendapatkan sesuatu ? Lebih kearah ingin kembali ke saat itu.

Egois salah satu sifat yang nggak pernah bisa dihapus dari manusia. Menahan atau mengurangi sih bisa. Ada kalanya egois itu menyakiti, ada kalanya juga egois itu optimisme. 
Pasangan paling pas untuk egois adalah penyesalan. Menyesali hal yang buruk itu benar. Tapi terkadang ada hal baik yang bisa disesali. 

Saat sebuah kata menjadi sesal. Saat itu semua berubah.

Melihat kata menyesal hanya terlintas dalam satu sudut pandang. Di lain pihak semua orang menganggapnya baik.  Tapi siapa mengerti hati. Yang selalu bersama yang bisa merasakannya. Yang berubah belum tentu merasakannya.

Belajar dari kehilangan. Saat dimana yang nggak ada memang sangat berarti.

Selalu ada hal baik di saat menghadapi hal buruk. Juga ada ada hal buruk saat terjadi hal baik. Sesuatu yang lebih berarti terjadi di awal. Bukan seperti apa dan kenapa. Harusnya saat itu tidak ada kata terucap untuk menyarankan. Egois memang, tapi ada rasa kehilangan dihati.

Harusnya cinta saling mengerti. Tapi untuk mengerti banyak memainkan hati.